Kalau Lagi Sakit

Weekend saya penuh dengan acara: leyeh leyeh lemes di kosan. Agenda luar kota yang sejatinya sudah saya rencanakan jauh jauh hari terpaksa batal karena malam sabtunya saya panas, badan gemreges dan pusing. Apalagi saya kehujanan dalam perjalanan pulang dari warung kelontong yang jaraknya satu kilometer dari kosan saya. Tidak hanya itu, saya pun diare. Dan diare saya berupa cairan berwarna kuning dan sedikit berbusa. Tidak sebau feses normal, tapi baunya cukup menandakan bahwa ada yang tidak beres pada tubuh saya. Pusing dan lemas tidak hanya berhenti satu dua hari. Tapi berhari hari. Nampaknya bukan lagi masalah pencernaan yang sepele. Tapi gejala tipes. Kapan sembuh? Hanya Tuhan yang tahu. Haha. Lengkap sudah. Maka saya memilih untuk menarik selimut hingga pagi, selama berhari hari.

Kalau sudah sakit begini, ya nikmati saja. Jalani. Haha. Dan.. inilah yang biasanya saya lakukan kalau lagi sakit.

  1. Sugesti tubuh agar tetap fit

Diare seperti ini bukan kali pertama buat saya. Dulu malah lebih parah lagi. Waktu itu saya ada ujian di Bandung dan dalam keadaan safar, saya menginap di kosan temen, mana tempat ujiannya lumayan jauh dan hasilnya saya paksakan agar tubuh fit. Lalu bagaimana respon tubuh? Ternyata cara ini ampuh juga. Layaknya dalam kondisi darurat perang, tubuh saya nampaknya bisa bertoleransi dengan keinginan pemiliknya yang ingin tetap fit. Dulu ketika saya hampir kena campak (atau gejala tipes ya?) di Bone Bolango, saya juga paksakan tubuh agar tetap fit. Yah, walaupun suhu tubuh saya panas pakai banget. Hanya saja waktu itu saya katakan pada diri saya sendiri: jangan sakit. Harus segera fit lagi. Disini nggak ada keluarga kamu. Mereka teman temanmu. Walaupun mereka sudah seperti keluarga, bukan berarti kamu harus merepotkan mereka. Pokoknya nggak boleh sakit selama di KKN. Harus tetap fit. Apalagi besok udah menjelang pulang. Jangan campak lagi ya. dan cara ini berhasil. Jelang satu hari, suhu tubuh saya menurun. Ya walaupun masih nggak begitu oke tingkat kesehatannya, tapi sugesti tersebut berhasil. Bahkan lusanya saya berenang di Bunaken. Yah.. walaupun agak pusing pusing dikit.

  1. Paksakan untuk makan

Meskipun nggak doyan makan, tubuhmu harus membangun jaringannya lagi agar segera pulih. Maka, mau nggak mau jangan turuti nafsu makanmu yang turun. Paksakan untuk makan meskipun sedikit biar ada asupan gizi  buat tubuh. Dan gara gara sakit, makan saya tambah nggak teratur. Kadang saya cuma mau makan satu kali sehari. Itupun cuma beberapa suap. Besoknya mulai baikan, bisa makan sampai setengah piring. Eh, besoknya drop lagi, nggak doyan makan. Liat makanan sedikit aja bawaannya kenyang banget, mual malah. Dan.. pastikan jangan menyiksa tubuh dengan makan yang belum diperbolehkan. Seperti contoh, saya yang pagi ini panasnya sudah agak turun hanya saja masih lemas namun saya paksakan diri untuk beraktivitas (maklum cyinn.. anak kosan. Apa apa diurus sendirian. Single pulak. Haha). Lapar? Tidak. Seriusan. Bahkan rasanya nggak pengen makan. Tapi lagi lagi saya rutuki diri saya untuk segera keluar dari kosan nyari makan. Maka, bakso jadi makanan saya pagi ini. Itupun makannya harus sabar banget. Emang kalau sakit gini makanan jadi agak hambar meskipun kita udah campur dengan macam macam bumbu. Dan.. sialnya saya memberi sambal kebanyakan. Walhasil, perut saya panas. dan diare saya nambah. Tak terhitung puluhan kali saya harus ke belakang. Duh Gusti..

  1. Minum banyak air putih

Dalam kondisi sakit, apalagi kalau diare, tubuh kehilangan banyak cairan. Maka, pastikan bahwa kita minum lebih banyak air dan cairan lain seperti oralit, pocari, air sirup dan lain lain. Jangan lupa didoakan dulu. Biar segera sembuh. Kalau kata ibu saya berilah mantra “tamba teka lara lunga”. Manjur? Pasti 😀

  1. Tidur cukup

Salah satu penyebab sakit adalah karena kita terlalu memaksa diri bekerja terlalu keras sehingga hak tubuh untuk rehat berkurang. Maka, sudah saatnya kita memenuhi hak tubuh untuk beristirahat. Dia bukan mesin yang bisa kita paksa untuk terus menerus bekerja. Ada saatnya ia istirahat untuk maintenance komponen komponennya sehingga bisa bekerja dengan lebih optimal. Pada kasus saya (dan banyak orang), tidur menjadi solusi paling tokcer kalau sedang sakit.

  1. Olahraga cukup

Masalah kita saat ini adalah: tidak getol olahraga dengan alasan malas atau sibuk. Setidaknya olahraga satu kali dalam seminggu biar otot ngga gampang cedera dan aliran darah lancar. Padahal saya juga udah olahraga lho. Ya, walaupun nggak teratur sih. Mungkin emang udah waktunya sakit kali ya. Hehe. *syukur aja.

  1. Obat: solusi terakhir

Saya termasuk orang yang anti obat meskipun ayah saya memberikan saya bertablet tablet aneka obat. Kalau sudah sakit, biasanya ibu saya bisa dengan mudahnya mendeteksi bahwa ada yang tidak beres dengan kesehatan saya ”pergi ke klinik dan minum obat”. Dan saya biasanya hanya iya iya saja padahal nggak pergi ke klinik juga. Hehe. Tapi ada kondisi dimana saya pada akhirnya menyerah dengan minum obat: kalau udah terlanjur parah. Wkwkk. Kalau pusingnya nggak ketulungan atau  panas tubuh nggak segera mereda, saya akan segera minum sebutir obat. Kemudian.. tidur. Atau waktu kasus saya kena biduran, di hari kedua yang saya kira rasa gatal itu akan hilang –ternyata malah nambah parah-, membuat saya pada akhirnya mau juga ke klinik dan minum obat. Hasilnya? CTM nya bikin teller :D. Haha. Kemudian saya tidur dan.. jadi agak baikan. Haha. Alhamdu..lillaaahh

  1. Jangan dicela, syukuri saja

Sakit, sehat, senang, sedih datangnya dari Yang Maha Kuasa. Maka, jangan sekali kali mencela sakitmu (doakan juga agar cepat sembuh). Justru sakit adalah pengurang dosa. Maka, ganti umpatan kita dengan syukur hamdalah karena bisa merasakan sakit. Kalau udah pernah ngerasa sakit berarti tahu syukur nikmat sehat. Syukur bahwa saya kena diare pas weekend. Untung saya kena diare bukan dalam perjalanan saya kerja, untung saya sakit tapi cucian udah pada kering. Untung saya sakit tapi warung yang jual makanan deket. :D.

  1. Telepon orang tercinta

Percaya nggak percaya, salah satu penyebab sakit adalah kangen, haha. Kalau sudah begini, saya akan segera menelepon rumah untuk sekedar menanyakan kabar. Berbicara dengan orang rumah meski sebentar cukup meringanan rasa kangen yang menyebabkan saya sedikit lebih cerah ceria dan kemudian sembuh seperti sediakala 😀

Dan.. rasanya sakit sendirian itu.. ehem banget. Maka, bersyukurlah diberi nikmat sehat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s