Seleksi Indonesia Mengajar

Sungguh sangat bahagia tak terkira ketika nama saya tercantum dalam dua ratus besar kandidat CPM (Calon Pengajar Muda) yang nantinya akan diambil seperempatnya mengabdi di pedalaman Indonesia. Lebih dari sepuluh ribu orang yang mengirimkan aplikasi pendaftaran mereka dan hanya dua ratus yang lolos ke tahap II seleksi CPM. Saya tak berhenti mengucap hamdalah karena tak pernah terpikir saya bisa lolos dari sepuluh ribuan orang.

1. Seleksi Administrasi

Ditahap ini, peserta login ke website Indonesia Mengajar, mendaftar, mengisi data diri dan mengisi berbagai esay yang ada. Biasanya rentang waktu pendaftaran kurang lebih tiga minggu hingga satu bulan. Ketika saya mendaftar waktu itu, pendaftaran IM dimulai 1-31 Mei 2016. Asal tahu, tim selektor Indonesia Mengajar betul betul menyeleksi setiap kandidat awal CPM. Jadi, esay yang sampai sepuluh ribu itu benar benar dibaca satu persatu dan hanya yang outstanding saja yang bisa lolos hingga tahap selanjutnya. Hmm.. selo bener kan. Haha. Kuncinya: hindari jawaban normatif macam begini nih: karena sudah bercita cita mengabdikan diri untuk bangsa dan negara. Seriusan deh, ada ribuan orang yang jawabannya macam seperti itu. lalu apa yang membedakan kalian dari ribuan orang itu?. Maka, jawablah pertanyaan yang ada sesuai dengan keadaan diri dan pengalaman kalian.

2. Seleksi Pra Direct Assesment

Berbeda dari tahun tahun sebelumnya, kali ini seleksi IM tidak langsung menuju Direct Assesment. Evaluasi dan inovasi selalu dilakukan setiap tahunnya agar kualitas PM yang lolos selalu terjaga. Kandidat CPM di tahun saya diwajibkan untuk mengikuti ujian online berupa tes psikotes dan studi kasus. Tes psikotesnya cukup mudah kok. Kuncinya: jadi dirimu sendiri dan jujur. Tes studi kasusnya hampir hampir mirip seperti tes Forum Group Discussion. Ada kasus kekerasan orang tua pada anak dan CPM diminta untuk memberikan solusi yang dirasa tepat untuk mempercepat penyelesaian kasus tersebut (ini soal yang saya dapat waktu itu). Kunci: cermati perintah soal dan berikan analisa yang tepat. Lama pengerjaan kurang lebih dua hingga tiga hari. Ingat batas waktu mengerjakan soal. Kalau dikumpulkan maksimal hari kamis jam 12.00 siang ya jangan dikumpulin jam 23.58. Kedisiplinan cuy.. Intinya jangan telat. Nah, rentang dari pengumuman lolos administrasi ke Pra Direct Assesment cuma berjarak kurang lebih dua minggu. Kalau rentang lolos administrasi ke Direct Assesment, kira kira yang dua sampai tiga mingguan juga.

3. Seleksi Direct Assesment

Saya kebagian seleksi di Jakarta. Ada cerita lucu tentang pemilihan lokasi ujian saya. Pada bulan Mei 2016 saat itu saya sebenarnya masih berdomisili di Yogyakarta. Namun karena saya salah membaca peertanyaan ketika seleksi administrasi, maka jadilah ujian DA saya dilaksanakan di Jakarta. Waktu itu pertanyaannya: Di kota manakah yang akan anda pilih apabila lolos seleksi selanjutnya?. Intinya pertanyaannya gitu deh. Tapi saya bacanya: di kota manakah yang anda pilih apabila tidak bisa mengikuti ujian di kota pertama. Nah lho.. geblek kan.. haha. Tapi ternyata memang Tuhan tidak tidur. Ada alasan yang Ia simpan mengapa saya secara tidak sengaja tidak teliti membaca perintah. Nanti akan saya ceritakan di postingan yang lain. Intinya, cermatilah setiap pertanyaan yang ada agar tidak buang waktu, tenaga bahkan biaya. Kan kasihan juga jauh jauh ke kota lain padahal ujian di kota terdekat saja bisa. Lokasi ujian DA ada di kota besar di Indonesia, antara lain: Jakarta, Yogyakarta, Medan, Surabaya dan Makasar.

Seleksi DA terdiri dari lima jenis ujian. Yang pertama CPM diberikan soal ujian macam Ujian Akhir Nasional ala ala Sekolah Dasar. Soalnya sih matematika dasar dan bahasa Indonesia dasar. Selama kurang lebih enam puluh menit, CPM harus menyelesaikan soal sebanyak (kalau tidak salah) lima puluh butir. Saya agak agak bego gimana gitu pas ngerjain. Maklum pelajaran SD saya yang sudah puluhan tahun berlalu sudah agak luntur. Makanya pas ngerjain mata sambil kerjap kerjap sambil mikir *ya ampun, ternyata soalnya sesusah ini. Kok dulu saya bisa ngerjain ya?. haha.

Ujian kedua, saya kebagian Forum Group Discussion bersama lima anak lain. Mereka ini keren keren. Ada Hilmi, yang lulusan S1 Mesir yang kini sedang menempuh S2 nya di negeri Piramid itu. Sarita, anak Insitut Teknologi Bandung yang masih kerja di bidang perteknikan. Geovanni, anak Universitas Indonesia yang jadi bu guru di sekolah swasta di Jakarta. Anna, lulusan Universitas Sriwijaya dan seorang anak *maap bro, saya lupa namamu. Hiks* Institut Teknologi Bandung yang baru saja lulus kemarin.

Soal Leaderless Group Discussion nya sih tentunya tidak jauh jauh dari permasalah pendidikan di daerah. Saya masih ingat soalnya yang mengulas tentang bagaimana sebaiknya solusi bagi anak anak sekolah dasar -di sebuah pulau yang jauh aksesnya dari daratan- untuk melanjutkan ke jenjang SMP dan lebih tinggi. Kami diberi beberapa pilihan opsi antara lain: mencari CSR, membangun SMP dan SMA baru di daerah tersebut, menyediakan kejar paket, memberikan penyuluhan pada masyarakat dan membuat sistem orang tua asuh di pulau terdekat dimana si anak bisa melanjutkan ke jenjang SMP. Kuncinya: objektif dan jawablah dengan argumen yang kuat. Ingat, Leaderless dengan Forum Group Discussion, adalah dua hal yang berbeda. Dalam LGD, tidak ada pemimpin seperti pada forum FGD. Harus ada yang berinisiatif menjadi pemimpin dalam LGD. Namun tidak harus semua menjadi pemimpin. Pemimpin yang baik tidak harus selalu tampil di depan. Ia juga harus bisa menjadi anggota yang baik yang bisa mendukung dan mengikuti pemimpin yang ada.

Sesungguhnya tidak ada jawaban yang mutlak benar dalam diskusi LGD. LGD didesain untuk forum sharing dan diskusi sehingga akan ada jawaban berbeda untuk setiap permasalahan yang ada. Forum ini juga berfungsi untuk memantik setap orang untuk aktif berpendapat dan menuntut pemikiran mendalam untuk setiap argumen yang dikeluarkan. Jadilah dirimu sendiri dan tidak perlu malu untuk mengungkapkan pendapat meski berbeda, asalkan pendapat kita logis dan solutif.

Ujian ketiga, simulasi mengajar. Ujian ini yang paling kacau. Ujian ini adalah ujian dimana kita harus siap untuk dikerjai habis habisan sama senior dan teman teman kita. Ujian ini dikondisikan seolah olah kita sudah mengajar di pedalaman dan menghadapi masalah masalah yang tidak terduga. Ada yang kemarin dapat kendala bahasa, penjual makanan yang masuk ke dalam kelas, kelas yang tidak kondusif, anak yang pipis dan buang air besar di kelas, pembedaan agama, dibanding bandingkan dengan Pengajar Muda tahun tahun sebelumnya dan banyak lainnya. Satu anak yang bertugas mengajar akan diminta keluar ruangan kemudian kakak kakak senior akan berkoordinasi dengan teman teman kita satu ruangan. Maka, ketika giliran si anak masuk ruangan dan mengajar, lima menit kemudian suasana menjadi gaduh tak terkira. Saya harus menenangkan kelas dan anak anak yang tidak bisa duduk diam. Haha. Sumpah, ini kelas kacau ngets. Tapi, ini adalah sesi paling seru di antara semua ujian. Isinya ketawa tawa mulu. Haha.

Oleh karena terpotong waktu jumatan, kami baru memulai sesi ujian keempat setelah dhuhur. Ujian keempat adalah ujian paling menegangkan. Apa itu? jeng jeng jeng.. ujian wawancara. Ujian ini dibagi dua sesi. Sesi pertama ujian berlangsung tiga puluh menit dan ujian kedua selama kurang lebih satu jam. Dua ujian ini dilaksanakan oleh penguji yang berbeda. Penguji saya yang pertama saya masih ingat namanya, Kak Satria. Nah penguji yang kedua yang juga cowok, saya lupa namanya –tapi saya ingat kalau masnya ini lulusan psikologi UI. Pertanyaannya nggak sulit kok. Sebenarnya hanya untuk menggali motivasi kita menjadi pengajar muda yang siap dikirim mengabdi di tempat yang sulit. Jangan terpaku pada jawaban jawaban yang normatif seperti: ingin mengabdikan diri untuk memperbaiki kualitas pendidikan di pedalaman. Itu jawaban yang klise dan terlalu berbunga bunga. Nak, ingat, mengajar di pedalaman sangat sangat berbeda dari mengajar di kota besar. Kuncinya: jawablah pertanyaan dengan jujur dan lagi lagi: jadilah dirimu sendiri. Ceritakan pengalaman pengalaman yang pernah kamu rasakan dan alami mungkin ketika masih sekolah atau bekerja. Tidak perlu bersikap normatif karena pengalaman pribadi akan terasa lebih nyata manfaatnya bagi pengabdianmu. Contoh: ceritakan pengalamanmu menghandel kegiatan Pramuka ketika semester 1 di kuliah dimana waktu itu ada masalah dengan keluargamu. Pengalaman pengalaman di masa lalu akan sangat membantu menjawab pertanyaan pertanyaan dari penguji yang nantinya akan berguna juga jika kalian benar benar mengajar di pedalaman. Jadi, beruntunglah kalian yang semasa sekolah tidak hanya aktif kuliah semata namun juga berkegiatan dan berorganisasi.

Ujian terakhir, ujian psikotes. Psikotes macam apakah? Itu tuh yang gambar gambar. Gambar orang, pohon dan orang- rumah- pohon. Kuncinya: lagi lagi, be yourself. Gambar kita adalah cerminan kita. Tidak perlu meniru orang lain. Gambar saja sesuai perintah dan lakukan yang terbaik. Paling paling lima belas menit selesai kok. Haha.

4. Seleksi kesehatan

Seleksi ini adalah seleksi terakhir Indonesia Mengajar. Dari dua ratus anak yang lolos hingga tahap DA, hanya akan diambil separuh atau kurang untuk mengikuti seleksi kesehatan akhir, dimana dari separuh itu hanya akan diambil 40-70 orang untuk bisa lolos menjadi pengajar muda XIII di tahun ini. Jarak DA hingga pengumuman seleksi kesehatan berjarak kurang lebih dua hingga tiga minggu. Sangat disayangkan saya tidak lolos tahap DA. Email yang masuk ke inbox saya menginformasikan bahwa saya dinyatakan tidak lolos tahap DA sehingga saya harus say goodbye pada impian saya mengajar di pedalaman selama satu tahun. Hiks. *lap air mata, ucapkan selamat tingga IM.

Begitulah jatuh bangun saya selama ujian Indonesia Mengajar XIII 2016. Sungguh pengalaman berharga, meskipun tidak lolos hingga akhir. Tidak ada penyesalan sama sekali karena walau bukan rejeki saya, setidaknya ada cerita yang bisa saya bagi. Semoga pengalaman saya kemarin bisa membantu memberikan gambaran untuk kalian kalian yang ingin mengikuti seleksi IM di tahun tahun berikutnya. Good luck.

“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s