Rumah Terakhir

Hari Jumat, hari baik untuk mengunjungi ‘kerabat’ yang telah lebih dulu pergi. Ya, bepergian ke alam sana. Di kota ini, ada seseorang yang telah pergi mendahului keluarganya, koleganya dan semuanya. Di hari Jumat yang teduh, saya meluangkan waktu mengunjungi rumah barunya, sebuah petak nun di tengah pemukiman sebelah pasar di ujung jalan sana.

Rerumputan liar tumbuh tak beraturan tanpa ada satupun yang peduli dengan rumah tersebut. Hanya sepetak berukuran dua kali satu meter, tak terawat dan agak terlupakan. Entah sudah berapa lama kerabatnya mengunjunginya. Sayang hanya ada waktu sedikit untuk sekedar mengucap salam pada si pemilik rumah dan tetangga tetangganya serta memanjatkan sedikit kidung kepadaNya. Memohon pengampunan padaNya atas segala kesalahan nenek moyang.

Ada banyak pendapat mengenai rumah terakhir ini. sebagian orang berkata bahwa ziarah sangat dianjurkan. Sebagian lainnya berkata “Didoakan saja dari rumah.”. Mungkin tidak salah pendapat ini. Jika ternyata kerabat tersebut dimakamkan jauh dari rumah kita, di tanah Mekah sana atau di luar kota sana dan kita tak sanggup untuk mengunjunginya sering sering. Tapi, bukan hanya sekedar doa yang bisa dipanjatkan dari rumah. Kalau jarak makam dekat, tentunya poin pentingnya bukan hanya itu. Ini tentang sahabat yang tentu saja sangat senang apabila rumahnya dikunjungi, masih diingat dan masih dirawat. Logikanya kita suka dikunjungi para sahabat bukan. Ketika melihat makam yang tak terawat itu, saya menunduk sedih. Apakah tidak ada yang sudi mengunjungi rumah terakhir tersebut? apakah anak cucunya masih mempedulikannya hanya dengan sekedar mengunjungi walau satu dua jam di hari kamis sore atau jumat pagi. Tentunya si pemilik rumah akan merasa senang sekali apabila dikunjungi anak cucunya. Karena hanya tiga hal yang tak akan pernah terputus ketika anak Adam meninggal. Pertama Ilmu yang bermanfaat dimana ridlo guru mutlak diperlukan. Kedua harta jariyah, ketika orang tua ridlo pada harta kita. Terakhir anak soleh yang masih mendoakan orang tuanya. Poin terakhir ini merupakan kombinasi dua yang pertama. Ada campur tangan orang tua dan guru untuk menjadikan seorang anak soleh. Anak soleh doanya tak akan tertolak apalagi untuk orang tuanya yang sudah meninggal.

Ketika seorang mengemukakan pendapatnya kepada saya tentang hal ini “Ada beberapa orang yang bahkan tidak ingin jika makamnya diketahui. Kalau mau mendoakan, maka cukup didoakan darimana kita berada, tidak perlu mendatangi makamnya.”. Kalau mau sedikit subjektif, saya kurang setuju dengan pendapat tersebut. Secara pribadi, mengunjungi makam adalah sebuah hal yang sangat dibutuhkan. Bukan wajib, tapi dianjurkan. Rasa rasanya setelah mengunjungi makam, ada perasaan bahwa kita harus mengingat bahwa hidup hanyalah mampir sebentar sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke alam yang sesungguhnya. Mengunjungi makam juga merupakan sebuah penghormatan terhadap si pemilik makam. Akan menjadi penanda bahwa kita masih mengingatnya dengan memberi salam pada ahli kubur, membersihkan makamnya dan mendoakan entah dengan hadiah fatihah, tahlil, kulhu dan yasin.

Entah apakah kita adalah si anak dari pemilik atau bukan, kalau bukan karena masih memiliki rasa hormat, tidak mungkin kaki bersedia melangkah hingga ke utara sana. Saya masih menaruh rasa hormat pada beliau yang dulu semasa hidupnya mendiang sudah menganggap saya anak. Saya memang bukan anak kandungnya, orang jauh malah yang tidak ada hubungannya sama sekali. Jika ada yang bilang bahwa bukan anak kandungnya bisa jadi doanya tertolak. Entahlah, saya tidak tahu menahu soal tertolaknya doa atau diterimanya doa saya pada ibu tersebut. Yang saya tahu hanyalah ini bentuk takdzim saya pada orang tua dan semoga Allah menerima doa saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s