Klenik Indonesia

Musim akik melanda Indonesia. Gara gara petinggi disana yang mempopolerkan akik, jadilah batu batuan legendaris ini mahsyur. Dimana mana gemstonebazaar dan banyak agenda agenda jual beli akik di sekitar kita. Sebenarnya kalau dibilang demam akik baru melanda sekarang ini, tidak juga. Sudah sejak ratusan tahun lalu orang orang kita memakai akik. Bapak saya saja, bahkan memiliki puluhan akik (yang kemudian hilang ketinggalan di kota Solo ketika beliau bepergian kesana). Setiap harinya ia memakai akik di salah satu jarinya. Bahkan ada akik yang akan diberikan pada kami anak anaknya. -saya mah ogah. Saya nggak suka permata yang terlalu gemuk.-

Bicara tentang akik dan benda benda alam yang bertuah, Indonesia surganya. Di rumah saya ada berbagai jenis tanaman dan banyak yang bisa diambil manfaatnya untuk kesehatan. Tumbuhan yang bisa digunakan sebagai tumbuhan yang ‘bertuah’, tentu saja banyak. Untuk orang orang Jawa kuno, ketika bayi lahir, mereka akan memakaikan gelang dino bengle. Seutas gelang yang terbuat dari potongan potongan umbi dingo dan bengle. Uhm… buat yang belum pernah liat kedua jenis tanaman ini, sejenis jahe jahean gitu deh. Baunya harum ala bumbu dapur. Potongan potongan berbentuk bulat itu dirangkai dalam sehelai benang dan diikat ke tangan si bayi. Ibuk saya bercerita bahwa saya masih menggunakan gelang tersebut hingga saya SD. (Ketika pulang ke rumah kemarin, ibuk saya membuatkan gelang tersebut. Saya yang sudah sebesar ini pun masih mau menggunakannya.)

Fungsinya? Uhmm.. kalau orang orang tua dulu bilang sih, biar nggak kena sawan (pengaruh pengaruh ghaib). Ibuk saya memakaikan gelang tersebut ketika ia dan adik saya yang saat itu berusia 11 bulan, berkunjung ke makam mendiang Akong –kakek dari pihak ibu-.

Percaya atau tidak, ada sebuah kayu dari hutan di Pacitan yang ditakuti ular, begitu cerita dari kakak angkatan kakak saya yang mondok di Pacitan. Ia bilang bahwa ia pernah mencoba kayu tersebut dan hasilnya? si ular benar benar takut.

Sebagai keluarga yang masih mendengarkan nenek moyang, kami masih mempercayai sedikit dari banyak hal yang terkadang tidak masuk akal. Kalau dipikir, ya kali daun daunan atau umbi umbian bisa nangkal pengaruh pengaruh jahat. Bahkan apa pengaruh jahat itu nyata? Nah.. kadang disinilah yang saya suka. Orang Indonesia terkadang nggak masuk akal. Tapi ketidak masukakalan itulah yang unik.

Dikira dukun

Suatu hari seorang bapak bapak yang masih muda- mungkin baru berusia 35 tahunan- menghampiri saya. Ia ingin minta bantuan. “Ta Putri, tahu berbagai macam khasiat obat kan?”. Saya mengelak- karena saya bukanlah seorang dokter- “tidak Te” –te-sebutan untuk laki laki lebih tua. “Ta putri toh tau itu daun daun di hutan, jadilah Ta Putri pasti tahu banyak hal tentang hal hal seperti itu.” Ia masih juga mendesak saya

Flashback ke beberapa minggu ke belakang, saya dan beberapa orang lain pergi ke hutan untuk mencari dedaunan untuk makan siang. Kami berhasil menemukan daun ubi kayu yang akan kami olah menjadi makan siang. Secara iseng saya memetik juga beberapa daun untuk dibawa pulang. Dan orang tersebut –perangkat desa- mendengar saya mengatakan bahwa ada beebrapa daun yang bisa mengobati berbagai macam penyakit.

Dan jeng jeng jeng.. flashback lagi ke masa saya dihentikan oleh orang tersebut. Si bapak bapak ini mengira saya punya bakat dukun. Hanya karena saya tahu beberapa jenis dedaunan yang bisa digunakan sebagai obat. “nanti saya mau minta bantuan biar Ta Putri bikinin saya ramuan biar jadi orang kuat yang ditakuti”. Whattttt.. emangnya saya dukun. Saya cuma bengong saja.

Untungnya sampai hari terakhir di Gorontalo, saya tidak pernah terlibat pembicaraan mengenai dedaunan aneh itu lagi. Kalau tidak, tamat riwayat saya. Teman teman saya pasti akan mengejek saya sebagai sebagai dukun. Duh.. dunia emang udah kacau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s