Sepotong Cerita di Kereta (2)

Di tengah terik mentari, kulangkahkan kaki menuju stasiun Purwosari. Dengan menggunakan kereta yang berangkat pada pukul 13.00, aku menuju kota Gudeg.

Oleh karena masih masa mudik lebaran, tidak ada cukup tempat di kereta. Aku berdiri di dekat kaca kereta sambil melihat lihat suasana kota Solo. Sebuah keluarga hilir mudik di depanku mencarikan tempat duduk untuk putra kecilnya yang berusia dua tahun. Sayangnya tidak ada satupun ruang kosong di seluruh kompartemen kereta. Kupandangi ibu si anak yang hamil, mungkin sudah berusia lebih dari empat bulan. Lalu aku memandang sekeliling. Tidak ada ruang sama sekali kecuali jika duduk di lantai. Jadilah mereka bertiga duduk di lantai. Duh..rasanya ngeri melihat ibu yang hamil itu.

Pandanganku tertuju pada gadis muda yang duduk di sebelah saya berdiri. Ia sedang chatting dengan Iphone 5 nya.

“Mbak, maaf mengganggu. Kalau kira kira mbak ngalahin buat berdiri gimana, Mbak?” pintaku pada gadis muda ini. Ia menjawab dengan suara kecil sambil membereskan headset dan Iphonenya. Kupikir ia akan segera beranjak untuk bangkit memberikan kursi itu untuk wanita hamil yang duduk di lantai-yang jelas jelas usianya jauh lebih tua dari gadis itu. Ternyata ia hanya memandangi wanita itu dan kembali sibuk dengan gawai.

“Mbak, mangga duduk dulu.” Kataku pada wanita hamil sambil menunjukkan tempat yang kumaksud-yang masih diduduki gadis muda itu. Aku masih mencoba untuk memaksa gadis itu sedikit berempati. Namun kami tak melihat bahwa gadis muda itu mau beranjak

“Wah, tapi kan kursi itu sudah untuk mbaknya,” si wanita hamil tidak enak hati karena kursi itu ternyata tidak jadi kosong.

Aku kecewa. Kecewa pada gadis muda ini yang sama sekali tidak ada hati untuk sekedar berdiri sebentar saja, mengalahkan egoisnya untuk wanita yang sedang hamil. Ia lebih sibuk pacaran dengan gawainya tanpa peduli bahwa ia ada di dunia nyata yang membutuhkan toleransi di dalamnya.

Aku melihat si wanita hamil update status di BBM. Ia bilang bahwa ia dan keluarganya sedang naik kereta demi menyenangkan putra kecilnya yang senang dengan kereta. Hmm.. sungguh perempuan yang baik. setidaknya ia masih berpikiran positif dengan tidak menghujat seluruh isi kereta yang kebanyakan adalah orang orang muda yang tidak ada satupun yang peduli pada dirinya.

Pikiran nakalku menerka nerka kira kira status apa yang sedang dibuat oleh gadis muda tadi di media sosial. Mungkin ia akan bilang bahwa “Ya Tuhan, semoga ibu muda tadi mendapat pertolonganMu. Semoga ia mendapatkan tempat duduk di kereta ini”. Mungkin itu doa si gadis muda-yang tidak peka- itu tadi. Haha. See.. ibu hamil itu memang mendapatkan tempat. Iya, di lantai. Miris.

Ah.. gawai memang bikin bebal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s