Secangkir Cinta di Gorontalo: Koala

Koala jo..

Mandi, bacuci (mencuci) adalah hal penting yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan. Tidak ada kamar mandi seperti layaknya kehidupan di Jawa. Yang ada hanya kakus sederhana yang entah bagaimana sistem septic tank nya berfungsi. Tidak banyak sumur. Yang ada hanyalah koala lebar bernama Sungai Bulango Ulu dengan airnya yang jernih hingga batu batuan di dasarnya terlihat jelas.

IMG_3015

Mencari ikan di tengah jernihnya koala Bulango UIu

Kenangan pertama kami di sungai Bulango adalah di hari pertama kami datang di desa tersebut dan mampir ke koalanya, ada seorang anak menangisi kunci sekolah yang hilang ditelan aliran. Ia diserahi kunci oleh orang tuanya, dan dengan cerobohnya ia bermain di sungai tanpa menyadari bahwa ia menjatuhkannya di sungai. segerombolan teman temannya membantu untuk mencari kunci tersebut. berhasil? Tidak. Hingga waktu yang lama, kunci tersebut tidak ditemukan. Kami pun ikut untuk mencari. Sampai maghrib datang, kami segera pulang untuk membongkar muatan. Kami meninggalkan kerumunan anak anak tersebut. Bahkan saya masih mengingat dengan jelas teman teman laki laki saya memakai baju putih dan celana pendek masuk ke air untuk mencari. Para perempuan yang belum berganti baju, saat itu masih memakai baju batik cokelat KKN juga langsung menyusuri air untuk kunci kunci tersebut.

Sebenarnya di pondokan kami terdapat kamar mandi yang terlihat ‘mewah’ untuk ukuran orang desa setempat. Ya, rumah yang kami tempati merupakan rumah milik Te Oppa, aslah satu saudagar terkaya di desanya. Te Oppa dengan baik hati meminjamkan rumah beliau untuk dua bulan lamanya kami bermukim kami disini. Kembali lagi ke perkara kamar mandi, sayangnya air tidak lancar mengalir. Kami harus siap untuk kapanpun ke koala jika membutuhkan air. Setiap bangun pagi dan membutuhkan kamar mandi, kami harus antri. Saya sendiri lebih memilih langsung ke koala. Ogah buat antri. Di pagi buta dimana langit masih gelap, kabut dan dingin, saya meletakkan kaki pada dinginnya air. Sungai menyambut saya dengan taburan taburan air segarnya yang begitu dingin mengenai kulit saya, menyempurnakan wudlu pertama setiap pagi. Segar dan syahdu rasanya.

Setiap kali mandi, saya akan mandi di koala. Kecuali saat haid. Saya akan mandi di pondokan. Setiap kali mandi di koala, saya tidak akan melepas baju baju yang menempel di badan. Big no no. Jadilah saya masuk ke air dengan berpakaian lengkap. Kaos, celana panjang dan sedalamannya. Saya sabuni bagian bagian tubuh yang mungkin untuk disabun dan kemudian berenang sebentar dan pulang ke rumah.

Ada hal lucu sekaligus menjengkelkan hampir selalu terjadi ketika kami mandi di koala. Koala tersebut memang membagi desa menjadi dua bagian. Maka, di sepanjang aliran air itu ada perkampungan. Sungai Bulango Ulu juga menjadi denut nadi warganya untuk mencuci, mandi dan lewat ke kampung lain. Maka pasti ada satu dua orang berseliweran di koala tersebut. Ketika ada orang yang melihat kami mandi, mereka akan datang dan menontoni kami mandi hingga selesai. Tidak peduli itu anak anak maupun orang yang lebih tua. Awalnya satu dua orang, tak lama kemudian datanglah tiga atau empat orang, kemudian jadilah segerombolan banyak orang yang menontoni kami mandi seolah kami ini bioskop dengan film terkini. Saya merasa risih dengan kedatangan orang orang tersebut. Saya sudah menggunakan pakaian lengkap, mengapa masih juga diliatin seolah olah saya ini tontonan. Perasaan jengah muncul. Ingin rasanya saya mandi di rumah saja. Tapi mandi disana pun bukan solusi karena aliran air yang tidak stabil. Maka, saya mandi di koala sampai saya pulang ke Jawa.

Buang air pun juga dilakukan di koala. Kami akan mencari tempat yang agak jauh dan tertutup oleh dedaunan agar tidak ada orang yang menemukan kami menyelesaikan urusan alam tersebut. Yang sangat sering ke koala untuk urusan ini biasanya Mas Yayan. Ia yang paling sering. Haha.

Perkara bacuci (mencuci) juga dilakukan di koala. Saya tidak pernah menghabiskan waktu lama lama seperti teman teman saya untuk mencuci. Masukkan cucian ke dalam ember beri sedikit sabun cuci, diamkan minimal 30 menit. Sesudah itu mari pergi ke koala untuk mengucek dan membilas. Lima belas menit kemudian cucian sudah rapi terjemur di bawah terik mentari pondokan kami. Beda dengan teman teman saya, mereka membawa baju lebih banyak daripada yang saya bawa. Teman teman saya mencuci baju beberapa hari sekoala, sedangkan saya setiap hari. Baju yang sudah kering akan jadi basah di hari itu dan kering lagi di hari yang sama. Ya iyalah, kan mandi di koalanya juga tiap hari. Oleh karena saya hanya membawa sedikit baju, teman-teman saya hafal dengan jumlah baju dan. Dalam packingan carrier saya dengan muatan 60 liter, sebenarnya carrier saya adalah carrier paling ringan diantara para perempuan dalam tim besar. Saya yang membawa paling sedikit baju dan paling sedikit properti. Andaikan Blake dan seperangkat chargernya tidak saya bawa serta, carrier saya pastilah lebih ringan karena berat Blake hampir dua kilogram sendiri. Tanpa Blake, carrier saya hanya akan terisi separuhnya. Ringkas memang. Ada juga teman yang sampai membawa setrika dan peralatan peralatan lainnya. Benar benar persiapan.

Koala juga merupakan sumber kehidupan. Ketika kami membutuhkan sayur sayuran untuk makan siang, koala adalah pasar terbuka. Kangkung air yang hidup merdeka di lingiran sungai menjadi sasaran empuk untuk memenuhi Sembilan perut keroncongan. Kami bebas mengambil sebanyak apapun dimanapun.

Jernihnya koala Bulango Ulu tidak akan pernah terlupakan. Itulah saat dimana saya merasakan kembali segarnya sungai jernih yang mungkin tidak perlu takut untuk meminum langsung airnya. Semoga jernihnya selalu terjaga. Semoga hutan yang melindunginya tidak lagi terjamah oleh manusia manusia serakah.

IMG_3031

Lapangan dekat koala, lahan bermain dan beternak yang bermanfaat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s