Secangkir Cinta di Gorontalo: I Heart You

Kubilang Padamu : ‘I Heart You’

Bahasa adalah sarana. Suatu ketika saya didekati oleh seorang anak bernama Rizal, seorang anak yang duduk di kelas 3 SMP Bulango Ulu, Gorontalo. Ia tertarik untuk mempelajari Bahasa Inggris. Dia menanyakan tentang sebuah kalimat “I hurt you” tapi sayangnya ia salah melafalkan menjadi “I heart you”. Fatal tapi lucu.

Di hari lain, ada seorang gadis muda bernama Panti Latif, yang juga tertarik untuk belajar Bahasa Inggris. Saya menyarankan padanya untuk belajar bersama Rizal karena belajar bersama memberikan peluang lebih untuk lebih cepat mengerti. akan tetapi keduanya sama sama gengsi. Dengan tegas sambil malu malu, mereka saling menampik. Kedua anak yang duduk di kelas yang sama ini terlihat tidak terlalu akur. Bukan karena bermusuhan, tapi lebih tepatnya karena saling suka.

Kadang saya nakal. Memang saya akui. Dengan iseng, saya bilang ke Rizal bahwa saya punya cara untuk membalas Panti. Bilang saja ke dia “I will heart you”. Dengan polosnya, Rizal bilang ke Panti. Dan Panti bertanya ke Rossi apa artinya. Setelah dijelaskan, tentu saja bertambah malu Si Panti. Di lain hari, Panti juga saya ajari untuk membalas perlakuan Rizal. bilang aja ke Rizal “I will give you heart”. Padahal yang ia maui adalah saya menerjemahkan kalimat “kamu pantas untuk disakiti, saya akan menyakitimu” yang seharusnya adalah “I will give you hurt” menjadi “I will give you heart”.

Hubungan saya dengan mereka berdua cukup baik. Kita sering menghabiskan waktu bersama. Bahkan saking dekatnya, kami sudah biasa sering mengejek satu sama lain. Tapi mereka berdua lebih sering menjadi bulan bulanan ejekan saya dan teman teman. Sesekali mereka berdua malah mengerjai saya. Suatu ketika Rizal mengejek saya dengan bilang bahwa saya harus membuat surat cinta untuk seseorang. Kemudian dia malah saya tantang untuk membuatkan saya surat cinta, tentu saja dalam Bahasa Inggris. Tentu saja tantangan saya ini tidak mungkin dia lakukan karena vocabulary-nya belumlah cukup. Cieee yang mau ngerjain orang tapi malah dikerjain. Wkwkwk.

Tidak ada yang pernah menyangka bahwa di hari perpisahan kami, Panti menyatakan perasaan yang sesungguhnya walaupun tidak secara langsung kepada si pemilik hati. Ia bilang kepada Rossi bahwa ia sebenarnya suka pada Rizal. Kami semua terkejut lalu tertawa. Sebenarnya Rizal pun tahu jika Panti suka padanya. Mereka berdua saling suka tapi sama sama jaim untuk sekedar mengakui.

Flash back ke waktu waktu yang lalu, ternyata ketika Rizal salah melafalkan hurt menjadi heart, disaat itupun sebenarnya ia ingin Panti tahu bahwa ia menyerahkan seluruh hatinya untuk gadis itu. Manis. Semoga kalian berjodoh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s