Sepotong Cerita dari Kereta

Kereta merupakan moda transportasi yang nyaman, cepat dan efektif. Itulah yang saya rasakan sebagai pengguna kereta, terutama sebagai salah satu transportasi ketika pulang ke kampung halaman. Akan tetapi tidak hanya itu yang menjadi perhatian saya. Terkadang saya mengamati perilaku orang orang yang sama sama menggunakan alat transportasi tersebut.

Dengan tergesa gesa saya turun dari halte bis untuk mengejar kereta. Tapi sayang, tepat ketika melangkahkan kaki ke gerbang stasiun, panggilan dari resepsionis bahwa kereta akan berangkat seakan membuyarkan semangat kaki untuk melangkah. Beban di pundak terasa lebih berat. Kasus lain yang saya sendiri alami adalah salah jadwal. Ingatan memang terkadang menipu. Oleh karena merasa pernah naik kereta pada jam tertentu, saya salah menentukan waktu saya untuk mengantri tiket. Saya memesan tiket dan petugas bilang bahwa kereta berangkat satu jam yang lalu. Padahal saya sudah ngos ngosan berlari sepanjang jalan hanya untuk mengejar kereta. Cerita lain, saya sampai kurang lebih setengah jam sebelum kereta datang. Tapi sialnya tiket sudah habis dibeli orang. Keterlambatan diakibatkan karena salah me-manage jadwal kita untuk menunggu kereta. Seharusnya saya lebih hati hati dalam menentukan waktu untuk menunggu kereta.

Tidak jarang, ketika saya sudah ada di dalam kereta, saya tidak mendapatkan tempat duduk. Jadilah saya harus kuat berdiri, setidaknya selama kurang lebih satu jam. Tapi disinilah seringkali hal menarik terjadi. pengguna kereta api tidak terbatas umur. Anak kecil hingga tua renta boleh saja menggunakan kereta. Seringkali orang yang sudah lanjut usia masuk ke dalam gerbong namun tidak seorang pun yang iba pada mereka. Seringkali anak muda yang sudah nyaman bersandar pada kursinya berpaling muka seolah tidak peduli pada orang tua yang berdiri di depan mereka. Entah mau kemana tujuan orang tua tersebut. Tapi berdiri walau satu jam saja tentunya sudah menguras tenaga para orang yang sudah renta. Dan sialnya anak anak muda yang memiliki tenaga dan semangat yang berlebih, tidak memiliki kepedulian yang lebih pula. Mereka mungkin merasa bahwa kursi yang telah mereka duduki itu adalah jerih payah mereka selama mengantri tiket berdesakan di stasiun. Mereka lelah dan mereka ingin duduk tanpa peduli bahwa ada orang tua yang lebih membutuhkan.

Di lain hari saya berdiri dan melihat ibu dan anaknya kebingungan mencari tempat duduk. Tidak ada seorang wanita ataupun laki laki yang peduli pada keadaan dua orang tersebut. Tidak ada satu orang pun yang bersedia memberikan tempat duduknya untuk mereka. Ibunya mungkin saja kuat berdiri tapi tidak adakah yang peduli bahwa ia membawa anak yang masih kecil?. Tentu saja tidak mungkin anak itu berdiri terus.

Terkadang, ketika penumpang sudah mulai berkurang, tidak ada penumpang yang peduli pada penumpang lainnya. Suatu hari, ketika hampir sampai di tempat tujuan, penumpang sudah mulai berkurang. Sudah hampir tidak ada penumpang yang berdiri kecuali saya. Kebetulan waktu itu ada satu kursi kosong tepat di belakang saya. Tetapi saat itu saya tidak memperhatikan karena fokus saya tertuju pada jendela di sebelah kiri depan. Baru ketika saya tidak sengaja mengambil barang yang jatuh menyamping, saya baru sadar bahwa ada tempat duduk kosong dan tidak ada satu orang pun yang mau tahu dan mau peduli bahwa ada tempat duduk kosong dan ada gadis muda yang berdiri sedari tadi di depan bangku kosong tersebut. Capek nok? Tidak ada orang yang peduli.

Mungkin kepedulian mulai meluntur seiring dengan perkembangan jaman dimana orang lebih ingin memburu waktu untuk urusan mereka sendiri dibandingkan dengan menyisihkan sedikit waktu untuk lebih peka pada orang di sekitarnya. Ya, inilah hidup. Semakin modern sebuah peradaban, kita juga harus siap bahwa ada nilai yang berubah di dalamnya. Tapi apa salahnya untuk memegang prinsip lama : apa yang kamu tanam adalah apa yang kamu tuai. Jika kita peduli pada orang lain, Tuhan pun juga akan peduli dengan diri kita, kan?.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s