Farewell Party Sebelum Mengabdi

Ide untuk menginap bersama di rumah salah seorang dari kami sebenarnya sudah lama terlontar. Tapi baru bulan Juni tahun ini terlaksana. Ratna, menjadi kunjungan pesta piyama ini. Hanya ada saya, Fitri, Nur, Priyo, Sugeng, Endah, Husein, Liana, Dwi dan dua murid bule dari Amerika. Kami berangkat ke rumah Ratna baru pukul 20.00, setelah kami menghabiskan waktu dalam acara halal bihalal Enlighten.

Sampai disana, kami disambut dengan hangat oleh orang tua Ratna. Di sinilah saya sedih. Corriander, camdig manis milik saya tidak mau membuka lensa. Ketika saya mencoba untuk mengaktifkan, Corriander hanya bisa menyala namun tidak bisa untuk memotret karena gagal lensa. Husein mencoba untuk membantu saya, itupun juga berakhir dengan kegagalan. Saya sedih. Corriander malang.

Rencana awalnya adalah pesta jagung bakar di atap rumahnya. Anak laki laki menyiapkan api sementara yang perempuan menyiapkan jagung dan perlengkapan lainya. Pesta jagung diselingi dengan iringan akustik dari Rizal, Sugeng, dan salah satu bule. Di bawah langit yang berbintang, kami menikmati indahnya suasana malam dengan banyak cerita.

IMG_1242

IMG_1257

IMG_1258

Kami baru beranjak dari pesta pukul 11 malam. Lelah tidak juga meninabobokkan tubuh yang seharian dihajar aktivitas. Sementara beberapa orang lain sudah tidur, saya memaksakan untuk tidur tapi sama sekali tidak bisa.

Pukul 03.00 kami terbangun oleh alarm.  Usai mengambil wudlu, saya ambil mukena dan berjalan bersama yang lain menuju masjid, sekitar 100 m dekat rumah Ratna. Kami melakukan solat tarawih berjamaah. Setelah selesai, kami segera pulang untuk melakukan sahur bersama.

Paginya, kami pergi ke Pantai Baru. Langit mendung menemani perjalanan kami selama dua puluh menit. Ombak bergulung gulung galak. Angin berhembus di sela sela cemara udang yang ditanam di sepanjang jalan menuju pantai. kami menikmati ombak dan angin pagi yang dingin kemudian kembali ke rumah pada pukul 07.00 pagi.

IMG_1376

Hampir semua orang bisa tidur, tapi saya lagi lagi tidak bisa memjamkan mata. Pukul 09.00, mereka bangun dan satu jam kemudian kami kembali ke rumah masing masing. Saya begitu sedih harus berpisah dengan teman teman walaupun hanya sementara. Dua bulan mendatang, kami akan berpencar ke berbagai tempat untuk mengabdi sebentar. Saya harus pergi ke Sulawesi, jauh dari rumah dan keluarga serta teman. Saya bertanya tanya seperti apa lingkungan saya disana. Farewell party seperti ini sungguh merekatkan pertemanan seperti keluarga, bikin susah move on dan saya nggak pengen KKN. Sial.

*Apakabar Corriander? pulangnya, saya diantar Priyok ke Wisno Grahakom, dealer dari produk Canon. Masalah saya terletak pada optical camera yang tidak mau berfungsi dengan baik. Untuk memperbaiki, butuh uang 1,5 juta hanya untuk mengganti opticalnya saja. Padahal harga beli camdig saya tidak sampai segitunya. Akhirnya saya memilih untuk pulang dan tidur siang. Sial. *ucapkan selamat tinggal untuk Corriander tersayang. hiks.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s