An Inspiring Moment with Bumi Langit

Hubungan manusia dengan alam adalah tentang kita dengan Tuhan

Inilah yang bisa saya dapatkan ketika minggu lalu saya berkunjung ke Bumi Langit Institute, Imogiri. Saya dan beberapa teman lain mengunjungi untuk belajar mengenai permakultur. Pertanian yang tidak berorientasi pada ekonomi semata. Ini tentang membawa perubahan dari hal hal yang paling kecil. Saya mengenal bukit mangunan. Daerah Imogiri yang sedikit tandus dengan kontur berbukit bukit dengan tanah yang agak keras ditanami pohon jati oleh warga setempat. Saya pikir kami akan berkunjung ke Bukit Mangunan kebun tanaman buah yang ada di Mangunan. Ternyata belok kiri, saya mengira kami masuk ke sebuah resort. Saya jadi heran sejak kapan di Imogiri ada resort. Saya baru ngeh ketika teman saya mengatakan bahwa tempat ini adalah tempat pembibitan tanaman.

Pertama kali, kami bertemu dengan Mas Yusuf, salah seorang dari Bumi Langit Institut. Beliau menjadi tour guide kami pagi ini. Kami diajak turun dari rumah utama menuju ke perkebunan. Sebuah kebun seluas 3 hektar menjadi area penting untuk mengembangkan tanaman pangan yang menjadi sumber energi pokok manusia. Tanah yang konturnya tidak baik serta tekstur yang keras diubah menjadi lahan yang layak untuk tumbuh tanaman di atasnya. Ada kacang kacangan, selada prancis, lettuce, terong, kapas, kemangi, murbei, sawi dan berbagai macam tanaman lainnya.

Mas Yusuf menjelaskan bahwa top soil tidak seharusnya dibalik karena ada kemungkinan untuk merusak unsur hara yang ada. Tanah di bawah top soil bisa jadi jauh lebih tidak subur dibandingkan top soil itu sendiri sehingga mereka menggunakan cara untuk mengolah top soil menajadi tempat utama pertumbuhan tanaman. Suatu hal baru yang benar benar baru saya dengar kali ini karena biasanya petani di sekitar rumah saya akan mengatakan bahwa tanah sebaiknya digaru (dibalik balik) seebelum ditanami agar kandungan yang ada di dalam tanah bisa naik menggantikan tanah yang di atasnya. Kemudian saya ingat pelajaran dulu ketika di SD dan SMP bahwa tanah terdiri dari berlapis lapis dan lapisan kedua dan ketiga biasanya lebih jelek daripada kandungan di atasnya. Dari bumi langit saya belajar bahwa top soil tetaplah memiliki kandungan haranya yang terbaik.

Tidak hanya tanaman, namun juga hewan hidup bahagia aman sentausa. Mereka juga beternak unggas dan sapi untuk memenuhi kebutuhan pangan. MelaluiĀ azas bahwa tidak ada sedikitpun dari apa yang diciptakan Tuhan yang tidak bermanfaat, mereka memanfaatkan sampai hal yang sekecil kecilnya. Urin sapi, kambing dan kelinci dikumpulkan untuk dijadikan pupuk bagi tanaman. Kotoran sapi dan kotoran manusia diambil manfaatnya menjadi biogas yang bermanfaat untuk memasak. Bumi Langit memiliki instalasi untuk mengolah kotoran tersebut menjadi biogas.

Bumi Langit memiliki instalasi penjernih air yang alami. Dengan menggunakan ijuk, pasir, eceng gondok dan berbagai macam benda lainnya, air bekas pembuangan diubah menjadi air yang bisa digunakan untuk hal lainnya seperti menyiram tanaman. Air tersebut melalui mekanisme beberapa kali penyaringan. Yang unik adalah penggunaan eceng gondok untuk menjernihkan air dan mengurangi bahan bahan tertentu yang menyertai air pembuangan sehingga bisa digunakan kembali.

Sesi break, pada pukul 10.30, sudah tertata roti gandum yang terbuat dari sorgum, kevier (yoghurt) dan the. Bagi yang kurang menyukai yoghurt, bisa mengkonsumsi teh yang sudah disediakan oleh Bumi Langit. Roti gandum tersebut dibubuhi selai di atasnya yang kesemuanya adalah buatan rumahan Bumi Langit.

Jam makan siang tiba, kami disuguhi nasi pecah kulit (nasi yang masih memiliki kulit ari), terancam, tahu-tempe goreng dan sambal serta kerupuk. Makan siang ditutup dengan potongan buah pepaya. Sangat bergizi dan memperhatikan nutrisi di dalamnya. Mengapa nasi pecah kulit?. Selama ini kita menemukan bahwa beras yang ada di pasaran adalah beras yang benar benar putih yang ternyata hanya mengandung karbohidrat semata yang banyak kandungan gula di dalamnya padahal beras merupakan jenis biji bijian. Biji bijian biasanya mengandung serat yang amat tinggi namun karena manusia semakin mau praktisnya, mereka tidak mau repot repot kulit ari juga ikut bersama beras yang putih. Selama ini masyarakat berpikir bahwa beras yang putih adalah beras yang baik. Tapi ternyata tidak begitu. Mereka kehilangan sesuatu yang berharga : serat di dalamnya. Padahal serat itulah yang membantu tubuh untuk bermetabolisme lebih baik lagi.

Guide kedua adalah Mas Anang. Beliau yang menjelaskan seluk beluk tanaman dengan mol dan banyak hal di dalamnya. Kemudian ada sesi dari Mas Yusuf yang menjelaskan bahwa mikroorganisme adalah hal penting yang menunjang kehidupan ini. Mikroorganisme tersebut menjadi salah satu jalan dari Tuhan untuk mempermudah kehidupan manusia. Beliau menjelaskan sedikit tentang cara membuat pupuk alami. Hal yang harus kami perhatikan pertama adalah tujuan dari pupuk tersebut. Apakah tujuannya untuk menangkap nitrogen lebih banyak, untuk dekomposer atau untuk lainnya.

Tapi yang membuat saya sangat terinspirasi adalah penjelasan dari Bapak Iskandar, pendiri dari Bumi Langit Foundation. Beliau menceritakan tentang Habib Klaus seorang Jerman yang sekarang tinggal di Sulawesi. Beliau seorang mualaf yang berkomitment untuk menjadikan hidupnya berguna untuk orang lain dan menghadapi hari akhir. Di usia 24 tahun, ia pergi dari Jerman untuk menggugat Tuhan. Di agamanya, diajarkan bahwa Tuhan akan selalu mengasihi manusia. Sedangkan dalam kehidupan sehari hari uang sangat menguasai manusia seolah tidak akan pernah ada sesuatu pun yang tidak bisa dilakukan tanpa uang. Kemudian ia mencoba untuk pergi dari Jerman untuk membuktikan bahwa uang bukanlah segalanya dan yang terpenting adalah bahwa Tuhan mengasihi mahlukNya. Untuk itu ia mencoba bertahan hidup tanpa uang. Dan ia berhasil membuktikan bahwa ia pun bisa hidup tanpa uang. Kuncinya ada pada komunikasi yang baik dan menjadi manusia yang bermanfaat pada orang lain. Di titik ini, ia masih tidak puas. Ia mengasumsikan bahwa mungkin bukan Tuhan yang benar benar mengasihinya tapi ini karena ia pandai berbicara dan pandai beradaptasi. Ia pun tidak pernah berbicara. Meski ia tidak berbicara, tetap Tuhan menyayanginya. Ia tetap diberi makan olehNya melalui tangan tangan yang tidak pernah diduga, lewat cara cara yang tidak pernah di kira. Suatu hari, ketika ia sampai di Sumatra Barat, ia menyeberang ke Mentawai. Sebelum ia pergi ada seorang yang membagi bagikan Al Quran terjemahan dalam bahasa Inggris. Ia mengambilnya sebagai bahan bacaan ketika di kapal. Pada saat perjalanan itulah yang membuka mata hatinya menuju sesuatu yang baru. Kepercayaan yang ia pegang teguh hingga saat ini. Ia mencari orang yang bisa menuntunnya menjadi seorang muslim.

IMG_9294

Pak Iskandar

Bapak Iskandar menceritakan bahwa Habib Klaus saat ini mencoba untuk memulai sebuah hal bernama Medinah Project. Project ini dimulai dari mendirikan pemukiman kecil yang kehidupannya berazaskan sunnah nabi. Mirip mirip dengan Bumi Langit gitulah.

Apa yang menginspirasi dari tempat ini? Semangatnya. Semangat bahwa manusia membutuhkan hal alami untuk bertahan hidup. Manusia adalah mahluk yang membutuhkan sesuatu yang alami. Selama ini ktia diracuni oeh hal hal berbau kimia yang mungkin tidak ada obatnya. Kedua, tentang kebutuhan pangan yang menjadi hal mutlak untuk kita, manusia. Sampai kapanpun makan akan menjadi kebutuhan pertama. Jika semua orang hanya mau kerja di kantoran tanpa mau tahu nasib tanaman, sayuran dan lauk maka lambat laun tidak akan ada yang bisa dimakan. Jika semua orang hanya mau menjadi orang kantoran, maka siapa yang akan menjadi petani. Ketiga, ini tentang hubungan kita dengan Tuhan. Ada tiga hubungan. Pertama hubungan kita dengan Tuhan. Kedua Hubungan kita dengan alam dan terakhir hubungan kita dengan manusia. Yang kedua, sering sekali terlupakan. Hubungan kita dengan alam mungkin jauh lebih buruk dibandingkan hubungan kita yang paling buruk dengan manusia. Tanaman dan alam adalah mahluk Tuhan. Mereka mempunyai perasaan, memiliki hati. Mereka tahu manusia mana yang jahat, manusia mana yang baik. Mana yang sayang dengan bumi mana yang tidak. Ini yang saya baru tahu.

Saya setuju dengan Bumi Langit. Saya pun penyuka tanaman. Saya sayang bumi. Sudah lama saya belajar untuk melakukan hal hal kecil untuk menyelamatkan bumi. Saya tidak membuang sampah sembarangan, tidak membiarkan air keran mengalir terlalu lama, mencuci peralatan makan + peralatan masak + bahan masakan sebelum dan sesudah digunakan, menanam tanaman kembali, mencabut steker jika tidak digunakan dan hal hal kecil lain yang mungkin terkesan remeh. Tapi untuk saya, hal kecil bisa berarti hal yang besar jika dilakukan terus menerus. Saya bukan bagian dari Greenpeace, WWF atau lembaga besar lainnya yang bisa mengkampanyekan soal green. Tapi untuk diri saya sendiri, saya melakukan sesuatu. Greenlife. Hiduplah berdampingan dengan mahluk lainnya, termasuk alam. Jadilah rahmatan lil alamin, sesuai kodrat manusia sebagai khalifah di bumi ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s