Mengubur Keinginan

Beberapa hari semenjak membuka laman dan menemukan bahwa tidak ada nama kita disana, sungguh masih seperti mimpi yang saya harap bukan nyata. Perjalanan berbulan bulan bukanlah waktu yang singkat untuk kita. Dalam susah senang, jatuh bangun dan kerasnya perjuangan, kita mempertahankan sesuatu yang kita sama sama harapkan. Dalam pertemuan pertemuan singkat yang menghasilkan banyak hal. Dalam tawa bahagia dan harapan yang disandingkan pada doa yang terucap dalam setiap langkah kita, sepertinya inilah saatnya untuk berhenti dan mundur. Lupakan soal mimpi kita. Tutup buku, dan lupakan segalanya.

Mungkin kalian marah tapi tidakkah kalian lihat, saya juga ingin marah. Marah pada kenyataan bahwa apa yang kita jalani selama ini tak berakhir dengan indahnya. Sedih pada kenyataan bahwa usaha kita yang tidak main-main harus terhapuskan oleh sebuah jawaban : tidak nak, kalian tidak bisa kesana.

Tapi untuk apa marah jika memang ini jawabannya. Mungkin memang sudah takdir untuk tidak bisa lagi berjalan bersama. Tidakkah Tuhan sudah membukakan jawaban bahwa bukan disana tempat kita?. Mari introspeksi diri. Jika memang kita belum terhentikan, maka siapa yang bisa mengatakan bahwa kita akan baik baik saja nantinya. Siapa yang bisa mengatakan bahwa jalan kita akan selalu mulus?. Mungkin inilah saatnya kita dihentikan karena ada sebuah jawaban yang lebih baik untuk kita. Mungkin jika kita tetap berlanjut, aka nada gunung es masalah yang menghadang. Mungkin hanya akan membawa madharat untuk semua pihak. Kemungkinan kemungkinan itu yang mungkin jawaban dari kenyataan. Percayalah suatu saat akan terjawab, mengapa. Ini hanya tinggal waktu saja. Tidak lebih.

Dalam lelah dan keringat yang mengalir, dalam setiap perdebatan dan rasa kesal, dalam kesungguhan dan perjuangan, dalam khayalan dan impian, pada setiap ide yang terlontar, pada setiap kerja keras yang diperjuangkan bersama. Pada pertemuan pertama dan selanjut lanjutnya, kita jalani semuanya dalam usaha yang menguras tenaga. Menyingkirkan ego yang tidak akan pernah bisa bersanding dengan lainnya jika kita menduakannya. Sempat terekam rasa gundah, inikah jalan kita. Pertanyakan sebenarnya apa yang kita inginkan. Hanya ego buta semata atau sebuah impian yang akan menjadi nyata. Dalam setiap perdebatan panjang, dalam setiap pembicaraan dan beratnya beban. Dalam setiap tawa dan keikhlasan yang diberikan.

Percayalah tidak ada suatu hal pun yang sia sia. Tidak ada yang membuat kita merasa sia sia sudah berjalan sejauh ini. Hanya ada maaf dari hati. Hanya ada maaf terucap dari hati terdalam atas semua kesalahan, dan untuk kalian yang benar benar ingin mengabdi di sana, maaf belum bisa mewujudkan keinginan kalian. Dan terimakasih karena sudah berjuang bersama sedari awal. Walaupun kita harus terhenti. Tapi, tidak adan setetes keringat pun yang dianggap sia sia oleh Yang Kuasa.

Tidak ada hal yang terbuang percuma. Perjalanan yang hampir setahun ini akan menjadi kenangan. Sebuah pembelajaran dimana mengenal kalian adalah sebuah cerita. Keluarga baru, orang orang baru yang tidak akan terlupakan begitu saja.Terimakasih sudah mengajarkan banyak hal. Semua yang kita lalui, kita lewati dalam setiap waktu adalah rekam jejak yang memberikan banyak pelajaran.  Impian kita masih sama, teman. Biarlah takdir membawa kita suatu saat ke tempat itu. Mungkin memang tidak saat ini, tapi suatu saat nanti.

Saatnya menutup buku, karena memang inilah saatnya. Kita menutup buku untuk memulai chapter baru. Jika memang harus berakhir, terimakasih karena kita berakhir dengan sebuah alasan yang jelas. Tidak pernah ada penyesalan kenapa semua ini harus dimulai dan berakhir seperti ini. Ingatlah ketika kakak berkata “siaplah dan ikhlaslah dengan semua hal. Jika memang jalannya, maka itu rejekimu tapi jika tidak maka Tuhan mungkin menyiapkanmu di tempat lain”. Terimakasih untuk mbak Nurma, atas pelajaran tentang semangat yang membakar dan keikhlasan yang jadi pendinginnya. Proses menuju ikhlas. Sungguh berat memang tapi inilah yang harus dijalani. Dan saya : siap. Hapus sedihmu, lukis lengkung senyummu. Semangat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s