Hari Kelulusan

Di suatu hari, saya akan menemukan anak anak sekolah berbondong bonding, naik motor mengganggu kenyamanan pengendara lain. Mereka berkonvoi merayakan kelulusan. Tak ada lagi beban masa sekolah yang menggelayut. Hanya ada tawa dan derai air mata bahagia karena mereka dinyatakan lulus Ujian Negara. Dengan baju putih penuh dengan coretan pilox warna warni, mereka mengungkapkan kegembiraan mereka pada semua orang yang dilewati. Saya hanya tersenyum, “dasar anak-anak”. Saya ikut berbahagia. Dan kemudian berlalu.

Kemudian saya melihat sekelompok orang sedang menghadiri graduation party mereka di sebuah gedung. Gadis-gadis cantik bersolek dan para lelaki yang rapi dalam setelan pakaian mereka, berkumpul merayakan kelulusan. Tidak ada lagi keluhan pusing memikirkan soal soal yang membunuh, tak ada lagi begadang sampai larut untuk membaca materi yang tak terselesaikan, tak ada lagi stress memikirkan hasil ujian. Semua orang larut dalam pesta perayaan. Bertahun tahun dihajar kenyataan bahwa tugas belajar bukanlah hal yang ringan, semuanya melepaskan diri dari beban. Siapapun akan bersorak gembira diiringan air mata bahagia yang menetes dari ujung ketika mendengar pengumuman bahwa mereka benar benar lulus. Di akhir acara, semua orang berdiri bersama, berfoto. Mengabadikan momen yang tidak akan pernah mereka ulangi lagi. Mengucap maaf yang mungkin tidak akan pernah lagi tersampaikan karena semua orang akan pergi, berjalan menapaki dunia mereka masing-masing tanpa tahu kapan mereka akan kembali bersama. Saya tersenyum. Saya berbahagia untuk kalian.

Pandangan saya tertuju pada sekelompok orang yang sedang berpelukan, larut dalam kegembiraan atas salah satu teman, sahabat dan kerabat yang berhasil menyelesaikan studinya. Mereka membawa rangkaian bunga serta mengambil gambar bersama. Senyum dan tawa bahagia membuncah dari setiap wajah wajah di tempat itu. Saya tersenyum, ikut berbahagia. Dan kemudian berlalu.

Saya lanjutkan perjalanan. Dalam sela langkah, pikiran menerawang. Apakah saya benar benar bahagia?. Ya tentu saja bahagia. Saya bahagia. Benar benar bahagia. Sekaligus bersedih sedalam dalamnya. Momen-momen seperti itu bukanlah bahagia saja. Ada kesedihan yang membuncah bagi siapa yang merasakannya. Hari bahagia sekaligus sedih. Sedih karena tidak akan ada lagi tawa canda seperti biasanya. Ada kesedihan bagi orang orang yang masih belum menemukan jalannya sendiri usai perjalanan kemarin. Ada kesedihan pada orang orang yang mungkin akan kehilangan arah untuk sesaat setelah masanya habis. Ada kesedihan untuk memori memori yang terekam dan tidak akan bisa kembali. Hanya bisa diputar dalam ingatan sebagai kenangan masa lalu.

Pada masa itu, yang saya inginkan hanyalah berbagi kebahagiaan bersama orang orang tersayang.  Keluarga yang benar benar memeluk saya juga. Akankah mereka datang dan memeluk saya di hari bahagia sekaligus sedih itu?. Saya harap begitu.

Graduation Party, hari bahagia sekaligus hari sedih

Graduation Party, hari bahagia sekaligus hari sedih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s