Tentang Kembali Bersama dan Saling Memaafkan

Malam minggu kali ini (5 April) saya habiskan bersama teman teman dalam sebuah gathering Enlighten yang diselenggarakan di sebuah kafe di bilangan Seturan. Oleh karena saya bukan anak gaul kafe, saya tidak tahu apa dimana kafe tersebut. Saya, Priyo, Nur, Fitri, Dwi, Rizal serta Sugeng berangkat pukul setengah delapan malam. Kami sempat nyasar kesana kemari saking tak terdeteksinya kafe tersebut. Sampai di tempat pada pukul delapan, tepat ketika Nur dinominasikan sebagai tersoleh.

Kami bisa dibilang tidak terlalu terlambat. Terlambat sih emang, tapi acara baru mulai berjalan. Setidaknya kami tidak terlalu ketinggalan award awardan nggak jelas tapi gokil itu. Saya sendiri sempat dinominasikan dalam beberapa kategori –yang saya lupa apa saja-, namun sayangnya saya tidak menang. Jangankan berpikir untuk dapat award, menjadi nominator saja saya kagetnya setengah mati. Haaaaa? Yang bener aja saya masuk nominasi. Oke, fine. Saya hanya bisa ternganga tidak percaya. Saya tambah bengong ketika di sertifikat award yang diterima beberapa teman terdapat tanda tangan Obama. Ya kali yang tanda tangan si Obama. Emangnya siapa dia. Dasar ada-ada aja ni teman-teman saya. Acara dilanjutkan dengan jamming beberapa lagu yang dibawakan Curtin, Bagas, Ninda, Andri, Asti. Saya sempat ikut bersenandung mengikuti lagu.

Acara ini diselenggarakan untuk merekatkan kembali hubungan setiap orang di dalamnya. Tidak semua orang datang memang. Akan tetapi saya tidak menyangka jumlah yang datang cukup lumayan, bahkan orang-orang yang diprediksikan belum tentu muncul, nyatanya muncul juga. Bahkan si misterius Raiyen, dia datang. Saya senang dia kembali. Namun gathering kali ini terasa istimewa. Ini pertama kalinya sejak beberapa waktu lalu berlalu. Seingat saya, kami masih melakukan pertemuan-pertemuan kecil walaupun hanya sekedar buka bersama atau main kemana. Tapi itu sudah sangat lama sekali berlalu. Pertemuan kali ini bisa dianggap juga istimewa, setelah kami melewati fase panjang melelahkan yang menguras emosi, pikiran serta tenaga bernama ED. Keretakan-keretakan kecil, kekecewaan, ketidakcocokan yang mewarnai kehidupan sempat mengganggu kehidupan, semua diluluhkan di malam ini. Semua berkumpul dalam kebersamaan. Menyingkirkan semua ego yang dipakai selama ini.

Sesi terakhir adalah sesi yang menyentuh. Tidak terasa sudah tiga tahun kami bertemu dan bersaudara. Dalam perjalanan tersebut banyak sekali gejolak yang muncul dan dinamika kehidupan yang kami alami. Pertemanan memang tidak selamanya mulus seperti jalan tol. Bahkan jalan tol yang mulus itu pun terkadang masih ditemui kerikil tajam, jalanan naik turun bahkan aspal rusak. Begitulah perumpamaan persahabatan. Tidak semua orang cocok dengan satu lainnya, tidak semua anak bisa bersama dalam satu lingkaran besar setiap harinya, tidak semua orang bisa menerima orang lainnya. Itulah kehidupan.

Saya jadi bernostalgia perjalanan saya sendiri. Ketika pertama kali datang, mengenal mereka, waktu yang telah saya lewati bersama, apa yang saya lakukan, apa yang saya lihat dari orang lain, apa yang orang lain lihat dari saya, bagaimana pertemanan kami, apa yang telah kami kerjakan bersama, pahit manisnya, perjalanan perjalanan yang tidak akan terlupakan, kemarahan-kekecewaan, senda gurau, bersatu-berpisah, patah hati, bahagia, galau, tentang memaafkan, tentang menerima ikhlas segalanya, tentang menemukan keluarga, tentang persaingan, tentang menentukan sikap, toleransi, egoisme, memberikan kesempatan pada orang lain, membuat orang lain bahagia, membuat orang lain tersenyum dan tertawa, kehangatan dalam persahabatan, kesempatan-kesempatan tak terduga, tentang kepedulian, kasih sayang, berbagi. Itulah perjalanan yang sudah kami lewati bersama setidaknya sampai saat ini.

Tidak terasa sebentar lagi belum tentu kami akan terus bersama. Waktu satu tahun bukanlah waktu yang lambat untuk terlewatkan. Kemudian masing-masing akan melanjutkan hidupnya, sesuai pilihan hati. Tiga tahun yang kami lalui bersama terasa seperti sekedipan mata, dimana rasanya semua hal berlalu dengan cepatnya. Orang-orang disini, adalah salah satu bagian dari mozaik hidup saya. mereka tidak akan terlupakan dengan mudahnya, sama seperti orang orang yang telah saya temui di masa yang lalu. Semua akan terekam dengan sangat jelas di memori. Semoga kita akan selalu mengingat satu sama lain walaupun kita beranjak dewasa.

*pagi di hari itu saya bertemu dengan sekelompok kakak kakak yang berkumpul untuk pergi ke pernikahan salah satu teman mereka. Persahabatan mereka terlihat begitu kuat. Saya berharap hubungan kami semua pun bisa sekuat mereka.

Beberapa kawan maju ke depan untuk mengutarakan perasaan, kesan serta pesannya. Sampai sesi ini saya masih tertawa tawa senyum hahaha hihihi walaupun sebenarnya saya sudah agak trenyuh mendengar permintaan maaf dan kesan pesan yang mereka utarakan. Sampailah pada sesi dimana semua orang berdiri dan bermaaf-maafan pada setiap orang. Saya salami, peluk dan meminta maaf kepada semua yang hadir dalam suasana haru. Air mata menitik, benar benar mengalir deras dari kedua pelupuk mata. Saya teringat pada kesalahan-kesalahan saya. Ketika moment ini kami bisa bertemu dalam suasana seperti ini, inilah saatnya melepas beban kesalahan yang selama ini membelenggu. Tidak perlu menunggu lebaran untuk bermaafan. Saya ikhlaskan semuanya dan saling memaafkan kesalahan dan menyambung kembali tali silaturahmi dengan hati yang baru. Tuhan pasti tersenyum saat kami mencoba berdamai pada diri sendiri dan orang lain. Saya harap begitu.

Hampir semua orang, tidak laki laki tidak perempuan menitikkan air mata. Saya melihat teman teman saya larut dalam haru. Hampir semua perempuan menangis. Saya menatap beberapa teman saya. Beberapa memang tidak menangis deras seperti halnya saya, tapi saya tahu ada air mata yang sempat tumpah karena mereka juga merasakan hal yang sama seperti saya rasakan.

Acara ditutup dengan berfoto bersama. Kemudian kami memutuskan untuk pulang. Saya pulang dengan kelegaan, seperti melepaskan beban yang pernah ada. Sekarang, saya siap untuk memulai hari baru walaupun lebaran masih lama. Terimakasih untuk kalian semua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s