Chapter III : Uji Coba Bahagia

Chapter III

Uji Coba Bahagia

Hari minggu awal bulan ini, kami sudah memulai untuk membuat produk. Saya tidur pukul empat pagi dan teman saya membangunkan saya pukul 04.15. Tentu saja saya tidak bangun. Baru pada pukul 05.15 saya terbangun. Setelah ibadah pagi, saya menemui dia untuk jogging pagi. Kampret, dia baru muncul pukul 06.30. Saya sudah sampai lima lap, dia baru muncul. Setelah ia menyelesaikan lap nya sendiri, kami sempat mengikuti kelas gambar bersama tapi saaya hanya bertahan dua jam saja. Selebihnya saya harus pulang untuk mandi dan menyiapkan diri untuk membuat produk.

Seusai mandi, saya menanyakan kabar keong di tempat Arma. Kebetulan Nur sudah sembuh sehingga ia bisa memberi kabar mengenai keong tersebut. Ternyata mereka sudah mati dan tidak layak untuk dikonsumsi. Langkah kongkrit yang harus dilakukan tentu saja mencari ulang. Kami putuskan untuk pergi ke sawah dan mencari lagi. Yaaah.. sedih sebenarnya keong yang saya cari pagi-pagi beberapa hari yang lalu itu mati semua. Huhu. Tapi ya sudahlah mau bagaimana lagi. Ini juga salah saya karena membiarkan Arma dengan polosnya meletakkan keong-keong itu di depan kamar Nur begitu saja. Unyu sekali.

Sambil berpanas panas di bawah matahari menjelang siang, kami masuk ke lumpur mencari keong. Lagi lagi kami beruntung karena ada warga setempat yang membantu mencarikan keong. Bapak tua tersebut masuk ke dalam kolam lele dan mencarikan kami keong yang besarnya tujuh kali dibandingkan yang sering kami dapatkan. Terimakasih Bapak yang maaf kami tidak tahu nama Bapak. Semoga panen bapak sukses besar tahun ini.

Hulul sudah menunggu lama di masjid dekat kosan Nur. Maaf dek, sebelum pulang kami rempong mencari tawas di toko bangunan. Sudah muter kemana mana tapi tutup semua karena hari minggu. Baru di jalan lain kami menemukan toko bangunan yang buka.  Ia sudah membawa bahan bahan yang bisa digunakan untuk memasak program kami. Kami mengetuk pintu kamar Arma, ternyata dia masih tidur. Kami tidak ingin mengganggunya.

Sesi masak dimulai sesudah dhuhur. Arma sudah bangun. Dengan sedikit bersusah payah, kami mengangkut barang barang ke atap karena di dekat jemuran itulah kami bisa sedikit leluasa untuk memasak (lagi lagi saya yang turun tangan mencuci peralatan memasak karena gatal sendiri melihat dua mahluk pemilik kamar ini tidak segera membersihkan peralatan. Dasar.)

Kami akhirnya memutuskan untuk mengolah keong menjadi nugget karena merasa membuat abon keong lebih merepotkan. Semua orang sepakat walaupun kami tidak yakin karena itu berarti melenceng jauh dari proposal. Semua bumbu kami campurkan dan adonan dibagi menjadi dua bagian. Satu bagian digoreng dan yang lain dikukus. Bagian yang digoreng lebih mirip perkedel sedangkan bagian yang dikukus memang ditujukan untuk membuat nugget. Beras sudah ditanak, lauk sudah disajikan, sambal sudah berpindah ke piring. Kami bertiga makan sore sedangkan Arma harus menunggu maghrib tiba karena ia berpuasa (perasaan tiap kita ujicoba, dia selalu puasa. Saya jadi selalu merasa bersalah karena ngemil di depannya).

Mari saya ceritakan bagaimana adonan dibuat. Semua adonan dicampurkan dengan takaran ala chef dadakan. Bahan ini itu masuk, apapun yang menurut kami bisa menjadi sebuah adonan yang bisa dimakan nantinya. Setelah proses memasak yang cukup melelahkan, kami penasaran dengan hasilnya. Rasanya? hanya satu saya bilang : keren !. Kami tidak mengira rasanya lumayan. Sudah cukup bisa dikonsumsi. Kami bisa mengubah makanan yang sepertinya (bahasa kasarnya) menjijikan dan (bahasa halusnya) tidak layak konsumsi (eh, tapi di Prancis sana makanan keong keongan dijual sangat mahal lho. Bahkan namanya saja keren : Escargot).

Bersambung ke chapter IV : Konsultasi Berbahaya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s