Ramayana dari Sudut Pandang Siapa

Semalam saya bepergian bersama teman teman saya menonton pertunjukan tari dalam rangka penggalangan dana bantuan untuk Gunung Kelud dan Sinabung. Saya, Priyo, Sugeng, Fitri dan Daya baru berangkat pukul 20.10. Sampai di pendopo Taman Siswa pada pukul setengah sembilan lebih. Disana sudah ada Endah, Husein dan Dani. Juga ada teman teman saya lainnya. Saya pikir pertunjukan tersebut adalah ketoprak. Saya menyadari bahwa pertunjukan ini adalah tentang cerita ramayana ketika saya duduk dan menyaksikan adegan Anoman Obong.

Cerita Ramayana yang ditampilkan adalah cerita Ramayana dari sudut pandang Rama, sudut pandang yang paling sering diekspos. Saya hanya mengawang bagaimana jika cerita tersebut diceritakan dari sudut pandang Rahwana?.

Menurut saya inti dari cerita Ramayana adalah runtuhnya sebuah bangsa karena wanita. Kerajaan Alengka harus tunduk setelah dikalahkan oleh Rama dan pasukannya karena kesalahan rajanya yang menculik istri orang.  Jika selama ini orang berpikir bahwa Rahwana adalah sesosok jahat, tunggu dulu. Jahat menurut versi siapa?. Jika dilihat dari sudut pandang Rama, mungkin ada benarnya. Ia menculik istri orang dan ditahan di kerajaannya. Akan tetapi jika dari sudut pandang Alengka, ia tidak pernah sekalipun mencoba menyentuh Sinta. Bahkan ia menjaganya dengan menyediakan sekumpulan dayang dayang yang setia di belakangnya. Rahwana adalah raja Alengka. Bahkan bisa jadi orang orang Alengka menganggap Rama adalah penjahat karena membangun jalan ke negeri mereka dan menghancurkan raja dan antek anteknya. Walaupun sebenarnya alasan penyerangan tersebut adalah untuk mengambil kembali hak Rama. Tindakan Rahwana memang tidak bisa dibenarkan.

IMG_7022

Sinta dengan dayang dayang di suatu tempat di Kerajaan Alengka

IMG_7035

Rama, Laksmana dan salah satu prajurit kera

IMG_7023 IMG_7033 IMG_7036

IMG_7038

Pertemuan antara Rama dan Sinta

IMG_7039

Adegan Sinta dibakar untuk membuktikan kesuciannya

IMG_7043

Rama bersabda, Laksmana mengikuti

IMG_7045

Sejoli bertemu

IMG_7053

Para penari berkumpul

IMG_7037 IMG_7044 IMG_7049 IMG_7050 IMG_7052

Saya jadi teringat oleh cerita Pak Eddy bahwa mungkin saja Alengka adalah Srilangka dan Rama berasal dari India. Ada kesamaan nama dalam cerita. Jalan yang dibangun oleh pasukan Rama ke Alengka mungkin saja pernah ada dan nyata. Dongeng yang lagi lagi mengenai perasaan etnosentris dan chauvinis. Dimana mungkin saja ada perasaan superioritas dari bangsa kulit putih ke kulit hitam. Ah, entahlah. Terkadang dongeng masa lalu memang membingungkan, meskipun sekaligus memukau. Sudahlah, mari menyantap nasi goreng sambil nongkrong malam bersama keluarga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s