Tipe Mendidik Anak

Di suatu malam, saya berkumpul dengan teman teman sambil makan malam di kedai pempek. Pembicaraan kemana mana seperti biasa. Suatu ketika, pembicaraan mengarah pada pola mendidik orang tua. Saya pulang dengan sebuah perenungan bahwa pendidikan karakter sedari kecil akan mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Setiap keluarga mempunyai adat istiadatnya sendiri. Tipe mendidik anak pun berbeda beda. Intinya tipe mendidik anak dibedakan menjadi dua : tipe mendidik lembut dan keras. Ada tipe lembut yang lentur tapi ada juga yang lembut yang cenderung melenakan. Tipe keras masih dibagi menjadi tipe keras yang mendidik dan tipe keras yang otoriter.

Tipe keras yang mendidik menurut saya banyak ditemui pada suku di luar pulau jawa. Saya tentu saja tidak memukul rata bahwa orang jawa rata rata halus. Tidak juga. Banyak orang tua Jawa yang juga keras pada putra putra mereka. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa Jawa cenderung lebih halus dibandingkan dengan suku lainnya.

Jika anak dididik terlalu halus, itu juga akan menjadi bencana. Anak akan terbiasa untuk mendapatkan kemudahan kemudahan dan biasanya tumbuh menjadi anak manja yang tidak bisa memberi toleransi penuh kepada orang lain di sekitarnya. Anak manja kebanyakan nyusahin. Kemandirian mereka bisa disebut tidak terlalu bagus. Rata rata juga tidak tahan dengan tekanan.

Positif yang bisa didapatkan anak yang dididik dengan metode keras adalah mereka terbiasa dengan kehidupan yang keras. Sedari kecil mereka akan memahami bahwa hidup ini tidaklah mudah. Mereka akan lebih tegar dalam menjalani hidup mereka. Sebenarnya nilai moril yang ingin disampaikan adalah “Hidup ini keras, nak. Maka jangan mudah menangis. Lebih baik kalian menangis saat ini daripada nanti ketika kalian sudah merasakan sendiri bagaimana beratnya hidup”. Manis.

Negatifnya? Sangat banyak. Lihatlah bagaimana kebanyakan anak yang dididik secara keras rata rata memiliki emosi yang lebih tidak stabil dibandingkan mereka yang dididik secara halus. Selalu ada gejolak yang memantul di dalam diri mereka. Luka yang mungkin tidak akan sembuh juga akan mempengaruhi mental. Bukan luka fisik yang membuat mental mereka labil, tapi luka secara psikologis. Luka fisik mungkin akan bertahan sebentar saja tapi tidak dengan luka psikologis. Butuh waktu yang lama untuk sembuh. Jika seorang anak bisa memandang apa yang ia rasakan sebagai didikan yang berpengaruh positif untuknya, mungkin saja ia tidak akan mengalami trauma psikologis. Seperti contoh seorang siswa SMA yang tumbuh menjadi pembully karena ia terus menerus didorong orang tuanya untuk menjadi juara. Ia melakukan apapun untuk bisa meraih juara termasuk dengan mencurangi lawannya yang mempunyai prestasi lebih baik. Ia takut orang tuanya memarahi terus terusan karena ia tidak bisa menjadi juara. Jelas ada trauma psikologis yang menekan jiwa si anak. Ia ditekan untuk terus berprestasi tanpa orangtuanya tahu bahwa tekanan tersebut dianggap sebagai hal yang membebaninya. Ia berprestasi hanya karena takut dimarahi, bukan murni karena dorongan jiwa untuk menjadi anak berprestasi tinggi.

Jika ditanyakan mana jenis pendidikan terbaik?  Tidak ada yang sempurna. Semua tergantung masing masing orang. Menurut saya sendiri, yang terbaik adalah yang sedang sedang saja. Terlalu keras atau terlalu lembut tidak baik bagi kejiwaan anak. Terlalu keras membuat anak mengalami masalah psikologis tapi terlalu lembut juga akan melemahkan jiwa si anak. Pendidikan yang lembut namun tegas, menurut saya itulah yang tepat. Orang tua mencontohkan untuk bersikap lembut dan toleran namun tidak melewati batas. Mereka harus bisa menentukan kapan harus mengajarkan sikap tegas pada anak. Mungkin sekali kali pendidikan keras penting, tapi harus dibedakan arti dari keras dan tegas. Keras berbeda dengan tegas. Keras bisa jadi kekerasan, tapi tegas adalah mengajarkan anak untuk belajar bertanggungjawab atas semua pilihannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s