Kunjungi Papua, Secepatnya

Indonesia begitu eksotis. Ribuan pulau, salah satunya papua adalah yang terbesar. Papua bukan lagi tanah antah berantah. Namun ia adalah salah satu jamrud yang dimiliki bumi pertiwi. Saya adalah petualang yang memimpikan untuk bisa menjelajah Indonesia. Papua adalah salah satunya.

Bertemu dengan beberapa orang yang mempunyai visi dan misi yang sama membuat saya merasa impian saya sudah dekat. Bersama dengan Amrin, Frida, Ikhwan, May dan Stella, kami mengukir impian kami untuk datang mengunjungi mutiara hitam. Sejak beberapa bulan yang lalu kami duduk bersama merencanakan segala sesuatunya. Kami tidak mengharapkan kedatangan kami hanya sebagai turis lokal yang hanya bermain main dengan ombak dan birunya laut yang masih asri. Kami ingin memberikan suatu sumbangsih sebagai anak bangsa yang ingin memajukan negeri. Kami menyusun beberapa kegiatan yang sekiranya bisa membantu masyarakat daerah yang akan kami kunjungi.

Pada tanggal 22 Desember 2013, saya datang ke sarasehan anak anak yang sebelumnya datang ke papua. Mereka menceritakan tentang pengalaman mereka masing masing selama berkunjung ke sana. Senang, susah, sedih adalah bagian dari perjalanan yang sudah mereka jalani. Semakin membuat saya ingin segera berkunjung.

Tidak hanya cerita, mereka juga menyuguhi kami dengan makanan khas daerah Papua seperti papeda, kuah ikah, petatas dan kue lontar. Papeda, makanan yang berbentuk seperti lem dan terbuat dari sagu. Kuah ikan –mirip seperti yang dibuat di rumah-, terdiri dari potongan ikan tongkol dengan kuah kuning penuh dengan rempah rempah. Petatas adalah nama lokal Papua dari ubi jalar rebus sedangkan kue lontar adalah sejenis kue yang menggunakan susu dan gula sebagai bahan campuran utama. Kue lontar bisa juga disebut dengan pai susu. Teksturnya lembut dan lumer di mulut. Cocok untuk pencuci mulut setelah mencicipi papeda yang disiram gurihnya kuah ikan kuning.

Kue Lontar

Kue Lontar

Petatas (Ubi Jalar)

Petatas (Ubi Jalar)

IMG_5012

Kuah Ikan Kuning

Kuah Ikan Kuning

Mengurai Papeda

Mengurai Papeda

Sesi Makan Siang

Sesi Makan Siang

IMG_5018

Aneka Makanan Papua

IMG_5020

Sekarang, kami sedang berproses dengan segala hal yang bisa kami upayakan mendukung keberangkatan kami. Bersama dengan satu tim yang berjumlah dua puluh delapan orang, kami satukan langkah untuk datang ke tanah papua. Bukan untuk liburan, tapi untuk mengabdi meski hanya sesaat. Jangan pernah tanyakan tentang liburan karena liburan adalah bonus dari Tuhan. Ini tentang pengabdian sebagai anak bangsa. Apa yang kamu bisa berikan kepada bangsamu selain mengabdi?. Meskipun hanya sedikit yang bisa kami lakukan, semoga akan memberi manfaat yang banyak pada masyarakat. Semoga Tuhan memberikan kami jalan dan kemudahan untuk belajar dan mengabdi. Papua, tunggu kami lima bulan lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s